Tag Archives: UCL

10 Step Daftar S2 Luar Negeri


Akhir tahun adalah momen-momen yang exciting karena banyak pendaftaran kampus untuk S2 dibuka! Jadi inget perjuangannya daftar kampus mulai dari nol. Alhamdulillah Indah sendiri lulus program MSc Development Administration and Planning, University College London di UK (sujud syukur). I am happy to help people to start your own journey! ūüėÄ

University College London
University College London

Indah pernah buat blog post tanya jawab daftar S2. Isinya hal-hal yang paling ditanyain, kayak apa itu Letter of Acceptancce (LoA)? Dokumen apa saja yang harus disiapkan untuk daftar S2 di luar negeri? Apakah daftar kampus di UK ada biayanya? Check that out.

Banyak teman-teman, baik yang masih S1 ataupun bekerja, bilang tertarik untuk lanjut S2, tapi kebingungan, where should I start? List ini berdasarkan pengalaman pribadi dan teman-teman seperjuangan, plus research di berbagai graduate study guide yang Indah baca. So just let get started ūüėÄ

  1. Identify your interest.¬†We should know what we want secara akademik, cita-cita karir, ataupun secara personal. Misalnya, “Oh gue pengen MBA tapi yang fokus di bidang entrepreneurship”, atau “Gue suka bidang development dengan pendekatan urban, bukan ekonomi.” Dari situ kita bisa tau program S2 apa yang kita cari.
  2. Research available programs. Cari peminatan yang kita suka bagusnya ada di negara (contoh: misalnya untuk engineering cenderung ke Jerman, Perancis, atau Jepang misalnya), kampus apa, bagaimana gradenya reputasinya. Untuk grade dan ranking kampus secara worldwide ataupun per subyek, bisa merujuk ke QS University Ranking atau Times Higher Education. Namun, itu bukan satu-satunya rujukan. Informasi seputar reputasi, mahzab keilmuan, sama experience perlu juga dicari tahu. Hal itu bisa konsultasikan ke dosen terkait atau teman yang sedang atau pernah kuliah di bidang yang mirip. Mereka juga bisa kasih rekomendasi kampus/jurusan yang kita ga kepikiran. Bikin list Top 5 program yang kita minati.
  3. Cek program yang diminati. Cek kurikulum, cluster riset, profesor yang potensial jadi pembimbing, cek publikasi dosen-dosennya (highly recommended!), sampai jaringan alumni. If you want to go extra mile, bisa hubungi dosen yang risetnya sebidang dengan kita untuk nunjukkin interest kita atau tanya tentang subjek riset atau perkuliahan di jurusan terkait. Kalau ada pertanyaan, bisa hubungi langsung contact yang tersedia di website tersebut.
  4. Cek persyaratan.¬†Kalau ini harus cek website resmi untuk yang paling akurat dan update! Jangan tanya orang lain “Untuk daftar kampus University of Nottingham¬†persyaratannya apa ya?” Mereka bisa kasih gambaran aja, tapi itu tanggung jawab kita untuk cari tahu sendiri. ūüėÄ Cek persyaratan kelulusan, minimal nilai, bahasa, surat rekomendasi, esai, portofolio/sertifikasi tertentu jika ada (seperti GMAT, GRE, dll). Most likely kita diminta ijazah dan transkrip dalam Bahasa Inggris. Jadi kita harus nyiapin itu lebih awal di kampus S1¬†¬†atau ke penerjemah tersumpah karena akan makan waktu.
  5. Cek deadline pendaftaran.¬†Sebagian besar pendaftaran kampus-kampus di Amerika dan Kanada bulan Januari, untuk UK dan Eropa paling akhir banget sampai Mei. Rule of thumb, apply as early as you can karena banyak kampus yang buka secara rolling basis, artinya mereka akan review aplikasi yang datang duluan dan kasih tau resultnya ke kita duluan juga, tanpa nunggu deadline tutup. Umumnya yang di UK seperti itu ūüėÄ
  6. Kontak dosen untuk surat rekomendasi/reference.¬†Yang paling umum adalah dosen pembimbing kita waktu S1, ketua departemen, pusat kajian. Rekomendasi yang bagus adalah yang bisa ngasih penilaian akademik secara personal tentang kita, ga super generik dan copy paste. Karena kan surat itu bentuk endorsement ke program bahwa “yes, this fella is awesome¬†dan secara akademik dan personality bisa memenuhi ekspektasi studi dan permasalahan S2 ¬†di kampus anda yang kece”. ūüėÄ Surat rekomendasi sering ga berupa “surat” tetapi link daftar pertanyaan/isian yang akan dikirim langsung oleh kampus ke email dosen kita. Cek poin no 7.
  7. Make an application account. Hampir semua pendaftaran kampus luar negeri itu secara online (beda cerita kalau yang daftar via agen dan Indah kurang tau informasi tentang itu). Di sini kita akan diminta data diri, upload dokumen persyaratan, dan esai/research interest/proposal. Kita juga diminta nama, alamat, email, dan kontak referee. Pastikan mereka bersedia sebelum kita masukan data mereka. Lalu, surat rekomendasi di online account bisa diminta berupa dokumen yang diupload (jadi kita minta ke dosennya untuk ketik dokumen, ditandatangan, lalu scan) atau berupa link yang dikirim langsung dari sistem ke email dosen. So, cek dulu di account ini sebelum susah-susah minta dosen buat dalam bentuk dokumen fisik. Account ini selalu bisa di-save untuk dilanjutkan bertahap.
  8. Prepare personal statement/letter. Secara umum isinya tentang minat riset kita, apa yang membuat kita tertarik dengan kampus/program/riset tersebut, kenapa kita layak masuk kampus/program tersebut. Again, hal ini bisa diminta dalam bentuk dokumen fisik ataupun form pertanyaan yang kita isi, yang cuma kita tau kalau kita bikin admission account (yes, create account early guys!) Saran: siapin esai ini sejak kita berada di tahap no 1, karena butuh brainstorming lama, dan minta orang lain untuk kasih feedback dan proofread. Intinya esai ini bisa kita pakai untuk pendaftaran beberapa program, tinggal diedit. Jadi pas saat kita masukin datanya ke account, we are ready.
  9. Pay application fee. Biasanya diminta melalui kartu debit, kredit, atau paypal. Biayanya bisa sekitar £50-75 untuk UK atau $100, atau gratis, tergantung kebijakan kampus. Kartunya bisa pinjem punya orang lain tinggal bayar ke yang punya kartu hehehe. Jangan lupa simpan bukti pembayaran.
  10. Await decision. Biasanya bisa antara 2-10 minggu. Selalu cek email dan account kita.

Step 1 biasanya dimulai 12 bulan dari jadwal masuk kuliah. Jadi kalau rencana masuk kuliah September 2016, harus mulai sejak September 2015! Beri waktu juga untuk IELTS/TOEFL preparation course, tes, dan nunggu hasilnya karena perlu waktu sekitar 2-3 bulan untuk itu.

Fyuh that’s such a long post, isn’t it? Jangan lupa cek artikel yang satu lagi karena ada informasi yang lebih lengkap di sana. Kalau ada yang punya pengalaman lain silakan komen di sini atau facebook. Jangan lupa share untuk saling bantu. Cheers!

Hari Pertama Magang di Houses of Parliament UK


EXCITED!

Alhamdulillah Indah keterima untuk magang Houses of Parliament UK alias Palace¬†of Westminster alias “Big Ben”! I will intern specifically at the Commonwealth Parliamentary Association UK, starting from next week for International Parliamentary Conference “The Growth for Development: The Role of Parliamentarians in Managing Economic Growth for Equitable Development”. I will be with my fellows from Development Administration and Planning, University College London, Najah Almujahed (Yaman), Obaa Akua (Ghana), Chelsea Morell (US), Dolly Begum (Canada), and Sheena Li (Canada).

Fellow intern from UCL. :eft to Right: Dolly, Chelsea, Indah, Sheena, Obaa, and Najah (picture credits to Najah Almujahed)
Fellow intern from UCL. :eft to Right: Dolly, Chelsea, Indah, Sheena, Obaa, and Najah (picture credits to Najah Almujahed)

Hari ini kita briefing dengan salah satu staf, Victoria Bower dan Julie, tentang tugas kita minggu depan, termasuk keliling Westminster Hall dan Portcullis House ūüôā

Inget dua bulan lalu, Indah pikir bisa dapat akses langsung masuk ke Westminster Hall sebagai visitor saat London Open House udah luar biasa. Waktu itu Indah ikut tur ke ¬†Chapel of St Mary Undercroft, Jubilee Room, sampai minta izin solat di salah satu ruangan kosong. Hahaha.. But working there?! That is beyond expectation.. I keep saying, “Alhamdulillah… Alhamdulillah…”

Dua bulan lalu ketika jadi visitor ke Westminster Hall bareng Dizti dan Fira
Dua bulan lalu ketika jadi visitor ke Westminster Hall bareng Dizti dan Fira

The thing is, meskipun akan magang sebentar, kita jadi punya akses untuk ke berbagai meeting parlemen Inggris ataupun Commonwealth Parliamentary Association, termasuk Prime Minister Question. There will be a lot going on from now until next year, not to mention the General Election!

Turn left to the office :')
Turn left to the office :’)

Now, it is my responsibility to get the most of it, growing contacts, learning first-hand from the expert, and¬†of course learning for the best of Indonesia when I return. ūüôā

If you love to hear more, tune in for my next post!

Windsor Workshop: Belajar Pembangunan dari Role Play


“Emergency!! EMERGENCY!¬†All the roads are¬†flooded and homes are swept away! We all have to evacuate to safe place!!” Di tengah-tengah rapat¬†City Council kita pun lari kalang kabut…

Emergency! Emergency!! Dosen "iseng" bikin kacau rapat City Council. Lesson learned: semua rencana pembangunan dapat kacau kapan aja dan kita harus respon cepat
Emergency! Emergency!! Dosen “iseng” bikin kacau rapat City Council. Lesson learned: semua rencana pembangunan dapat kacau kapan aja dan kita harus respon cepat

Itu adalah salah satu crisis situation yang kita hadapin waktu development workshop bersama seluruh siswa dan staf Bartlett Development Planning Unit, UCL.

Negosiasi...negosiasi...
Negosiasi…negosiasi…

Dosen-dosen di sini punya ide brilian untuk mengajarkan kita realitas pembangunan di lapangan lewat¬†role play.¬† Ide ini berangkat dari kecenderungan para mahasiswa dan akademisi untuk gamang dengan sulit dan kompleksnya menjalankan program pembangunan di masyarakat. Layaknya¬†role play¬†di Model United Nations (MUN)¬†para mahasiswa dan staf dibagi peran menjadi pemerintah dengan berbagai jabatannya, masyarakat yang rumahnya digusur, perusahaan swasta, organisasi donor, sampai media massa dengan setting kota Dar es Salaam, kota besar dan pelabuhan paling sibuk di Afrika Timur, yang berlokasi di Tanzania. Jadi bayangkan saja ada Tanzanian Minister of Water and Irrigation, Melinda Gates, staf World Bank, jurnalis dari East African Business Week,¬†warga yang anaknya meninggal terbawa banjir, Ketua RT yang mau jual tanahnya…

Warga yang ga puas dengan pemerintah bikin demonstrasi..
Warga yang ga puas dengan pemerintah bikin demonstrasi..

Untuk workshop khusus ini, kita sampai jauh-jauh pergi dan menginap di¬†Cumberland Lodge,¬†suatu vila milik lembaga¬†kerajaan,¬†King George VI and Queen Elizabeth Foundation of St. Catharine‚Äôs,¬†di Windsor Great Park, Berkshire, sekitar 2 jam perjalanan dari London. Seperti MUN juga, kita punya misi untuk menghasilkan MoU yang disetujui seluruh aktor. Tapi suasanya super chaotic,¬†protes di sana-sini, negosiasi dan rapat-rapat tertutup,¬†ada press conference, sampai ada yang teriak saat pemerintah sedang memberi pengarahan,¬†“My baby dieddddd….”¬†Bahkan kita ada sesi live talkshow yang berjudul¬†“Spotlight on Dar es Salaam”¬†dengan host dari tim asisten dosen yang jago bikin pertanyaan “nyebelin”.

"My baby dieeeddd..." Our friend, Lucila, was really into character. :D
“My baby dieeeddd…” Our friend, Lucila, was really into character. ūüėÄ
Siaran langsung talkshow "Spotlight on Dar es Salaam"
Siaran langsung talkshow “Spotlight on Dar es Salaam”

My role here?¬†Indah berperan sebagai salah satu kontributor untuk koran The Citizen.¬†Foto-foto, interview orang sana-sini, buat video, ngetik ngebut di media room,¬†menghasilkan 2 koran dan 2 breaking news, dan satu video sama tim media dalam 24 jam! Menurut Program Director-nya, setiap peran yang dikasih berhubungan sama pengalaman atau skill kita, so I guess they dig into my CV and found that I am a blogger and have a New Media and Journalism background too ūüėĬ†Lihat berita-berita “sensasional” yang kita buat kemarin di bawah sini, mulai dari skandal kolusi pemerintah dengan private developer dan “Pak RT” sampai breaking news¬†tentang banjir yang tiba-tiba dateng! #proud #patmyback

Breaking News from the Citizen

My work! #proud
My work! #proud

Dalam 24 jam penuh kita pontang-panting sana-sini, Alhamdulillah sempet liat-liat taman di luar¬†lodge¬†itu dan pemandangannya….subhanallah¬†breathtaking.¬†Pantesan Queen Elizabeth suka ke sini ūüėÄ

Breathtaking scenery...
Breathtaking scenery…

 

Ada paparazzi dari the Citizen! :D
Ada paparazzi dari the Citizen! ūüėÄ

Yak, segitu dulu update dari sini. Happy sharing!