Tag Archives: beasiswa LPDP

15+ Scholarship Questions We Should Answer


I compiled a list of questions frequently asked on scholarship essays and interviews. Daftar ini berguna buat teman-teman yang lagi nyiapin esai atau latihan interview beasiswa master/doktoral, student exchange program, sampai leadership course.

And for me personally, taking time to answer these questions help me reflect about my purpose, my plan, and how the things that I do have a meaning and impact to a wider cause. So, the process of applying, preparing, being accepted or rejected by scholarships actually make us more mature.

Indah buat daftar ini berdasarkan pengalaman dan review banyak beasiswa master, student exchange programs, sampai program full-time master degree (untuk informasi apa aja programnya, cek di sini).

Universitas Indonesia to University College London
Universitas Indonesia to University College London

To put this questions into context, khususnya untuk komponen akademik, Indah pake case study lulusan S1 Ilmu Hubungan Internasional UI yang apply beasiswa MSc Development Administration and Planning di University College London (UCL) UK, currently the 7th best university and 2nd for Built Environment subject in the world in QS University Ranking.  Interesting case di mana applicant lanjut studi yang arguably beda jurusan. Tentu saja ini bisa disesuaikan dengan konteks teman-teman. So feel free to adapt them to your needs 😀

Also, interesting to take note, pertanyaan di bawah ini mostly found in merit-based scholarships, yaitu yang berdasarkan pencapaian akademik, bukan latar belakang kebutuhan ekonomi. So, if that is what you are applying for, go check this out!

Beasiswa Master dan Doktoral LPDP, Angkatan 13, 2014
Beasiswa Master dan Doktoral LPDP, Angkatan 13, 2014
  1. Mengapa kamu mendaftar program beasiswa ini?
  2. Mengapa kamu memilih UCL?
  3. Mengapa program Development Planning, bukan HI? Apakah background kamu cukup untuk ekspektasi akademik program tersebut? (atau contoh lain, kenapa pilih MBA?)
  4. Mengapa S2? Bagaimana karir kamu sekarang berkaitan dengan kebutuhan untuk S2?
  5. Mengapa riset yang diajukan tetang Jakarta urban development, sementara kota-kota lain di Indonesia juga memerlukan pembangunan? Mengapa urban, bukan rural development, sementara sebagian besar Indonesia masih rural?
  6. Mengapa memilih Inggris? Bukan Australia, Singapura (sebut negara relevan lainnya) yang lebih bagus untuk bidang yang kamu geluti?
  7. Bagaimana rencana perkuliahan kamu?
  8. Bagaimana rencana karir kamu? Dan mengapa memilih hal tersebut? padahal kan…dll..
  9. Bagaimana rencana karir/akademik/personal kamu 10 tahun ke depan? Bagaimana kaitannya dengan peran kamu saat ini?
  10. Bagaimana background/pengalaman/skill/network kamu relevan dengan misi beasiswa ini?
  11. Mengapa kami harus memilih kamu?
  12. Bagaimana jika kamu gagal program ini?
  13. Apa impact yang bisa sampaikan setelah program ini? Bagaimana tolak ukurnya?
  14. Apa kegagalan dan kesuksesan terbesar bagi kamu? Bagaimana kamu mengatasinya?
  15. Bagaimana kamu menghadapi culture shock? Atau misalnya, mahasiswa/dosen luar negeri yang bersikap tidak acuh dengan mahasiswa Indonesia?
  16. Bagaimana kamu bisa bersaing kalau Bahasa Inggris (dan bahasa lokal negara tersebut) skornya masih rendah?
  17. And counting……

This list is not exclusive nor exhaustive. Artinya, ga semua pertanyaan akan ditanyakan serta merta pada suatu esai ataupun interview, juga pertanyaan ini masih terus berkembang sesuai dengan background applicants dan sponsor (pemberi beasiswa) (think about questions like, “Sepertinya kamu ambisius, apakah tidak khawatir dilarang bekerja oleh suami/orang tua setelah lulus S2/S3?” “Bagaimana rencana keuangan kamu membawa pasangan dan anak sementara kami tidak memberikan tunjangan tersebut?” NAH!)

If you have these questions covered, practice and get feedback from trusted friends, colleagues, or even willing professors. Pass this article to you friends and partners to cross-check and give feedback.

Students of Development Administration and Planning, University College London
Students of Development Administration and Planning, University College London

Most fall out in the essays/interviews/applications in general is that we just describe what achievements we have, what volunteering/internships/leadership position that we have done in the past, but not why it matters, what are the impacts to society, and how it influences you personally and your decision right now and in the future. Karena dari situlah reviewer akan melihat karakter, pencapaian, dan memutuskan apakah kita layak untuk mendapat investasi mereka. Mereka adalah pihak yang memiliki anggaran dan mereka membiayai program tersebut atas dasar tujuan atau misi tertentu yang lebih besar.

Okayyy.. kalau teman-teman ada komentar atau pertanyaan, leave comments on the box below, dan silakan share biar teman-teman lain terbantu!

Are we ready to drive a change?

 

Advertisements

5 Real (Graduate Student) Life Problems


Readings to essays to field work to debate…

Let’s face it, menempuh studi S2 itu ga mudah. Daftar dan diterima di universitasnya aja bikin jungkir balik, apalagi ngejalaninnya dengan sejuta dinamika anak perantauan. Honestly, yang paling sulit salah satunya kehabisan waktu untuk nulis blog Pusparaniology dan merefleksi apa saja yang telah alami dan apa pelajaran yang kita dapet. So, I think about sharing my lesson-learned supaya temen-teman bisa ambil pelajaran dari “kebodohan-kebodohan” yang Indah lakukan. Hahaha.. Banyak hal di bawah ini yang relate dengan kehidupan sehari-hari. Here are the top 5 real problems of graduate students:

1. Too many readings before class (up to 60-80 pages a night)!

Di kuliah S2, kita dituntut untuk baca materi kuliah sebelum kelas karena dosen akan berasumsi kita udah tahu apa yang dia bicarakan dan akan langsung diskusi, or worse…debat. Awalnya Indah kelabakan karena bacaannya terlalu banyak, tapi ternyata belum Indah belum nemu teknik membaca cepat.

Solusi: baca abstraksi/pendahulan artikel, skimming subjudul-subjudulnya di setiap halaman, baca kesimpulan. Target kecepatan membaca 1-2 menit per halaman. Jadi, kalau punya artikel 20 halaman, harusnya selesai kurang dari 1 jam. Jadi bisa cepet tidur 😀

2. I spend too much time in kitchen, I don’t have time to do anything!

Preparing day-to-day food kadang ngabisin waktu untuk ngerjain tugas, tapi kalo beli makan di luar lebih mahal lagi.

Solusi: Masak pas pagi atau malam tergantung waktu luang, untuk 2-3 kali makan. Misalnya bikin udang asam manis (slurrp… :P) sama masak nasi, terus makan 1 porsi, 2 porsinya disimpan untuk diangetin pake microwave pas waktunya makan lagi nanti. Atau ungkep 1 potong ayam lalu taro freezer untuk bisa dimakan 1 minggu. Tips: sarapan sih sama sereal atau roti aja biar cepet. Belanja bahan makanan untuk 1 minggu biar ga bolak-balik supermarket. Haha…

Tempe dan Udang Asam Manis ala Diaspora :D
Tempe dan Udang Asam Manis ala Diaspora 😀

3. I MISS HOME!

Keep in touch with family, partner, and best friends setiap hari. Kita di dunia digital anyway, Whatsapp, Line, Skype is our survival. Hayah. Buat mereka ngerasa spesial dengan sharing aktivitas kita setiap hari, meskipun itu menurut kita ga terlalu menarik. Otherwise, coba pikirkan tempat-tempat yang bisa kita kunjugi selama kita jauh dari rumah. Mungkin sharing foto makan apa kita hari ini ke Mamah? Atau sharing carving your love’s name by the river bank? Aww…sweeet..

Carving your love's name in river bank? Sweeett.... Aww
Carving your love’s name in river bank? Sweeett…. Aww

4. Ko jadi tambah gendut?!

Tinggal di negara Barat dengan pola makan yang besar, banyak lemak, dan tinggi gula, garam, dan kalori emang lezat tapi kurang sehat. Kabar baiknya, mereka juga punya banyak alternatif makanan sehat karena banyak movement sadar gizi.

Solusi: pilih susu yang skimmed-milk untuk sereal sarapan, pilih dark chocolate instead of high-sugared chocolate fudge, and maybe try a sunflower butter?

5. I AM EXHAUSTED. PERIOD.

Primrose Hill, salah satu tempat favorit untuk relax dan melihat London dari ketinggian.
Primrose Hill, salah satu tempat favorit untuk relax dan melihat London dari ketinggian.

Let’s face it, London Life, or wherever you live, maybe exciting and full of surprises, but its fast-paced life can be exhausting. Dari mulai suara ambulans setiap 15 menit, lari-lari ngejer bus, ketubruk orang di Underground station, sampai pulang kuliah malam hampir setiap hari.

Solusi: Dari waktu ke waktu, Indah luangin waktu untuk sekadar relax, bisa cuma tiduran sambil nonton film di laptop, atau duduk leyeh-leyeh di depan King’s Cross station, atau naik bukit “belakang sekolah” di Primrose Hill, atau ke luar kota sekalian Itu waktu yang bagus banget untuk istirahat dan memikirkan hidup ini… so we have purpose. #tsaah

Main ke Oxford, reuni bareng TF LEaRN scholar yang dulu sama-sama exchange di Singapura. Ada Shaffira yang sekarang di University of Warwick, dan Jingyi Ma yang sedang ambil PhD di University of Oxford. Free pass to most Oxford Colleges :D Happy!
Main ke Oxford, reuni bareng TF LEaRN scholar yang dulu sama-sama exchange di Singapura. Ada Shaffira yang sekarang di University of Warwick, dan Jingyi Ma yang sedang ambil PhD di University of Oxford. Free pass to most Oxford Colleges 😀 Happy!

That’s it, my 5 real life problem, happy sharing 😀

Beasiswa LPDP untuk Kita, Pemimpin Muda Indonesia!


“Karena dengan pendidikan, rakyat berdaulat” – Moh. Hatta

Pertama kali dengar tentang LPDP itu bulan September 2013. Langsung tertarik dengan ide pemerintah Indonesia untuk menyediakan beasiswa penuh untuk S2 dan S3 di dalam dan luar negeri dengan cita-cita untuk menyiapkan pemimpin masa depan Indonesia. “Wah, Indonesia ingin menciptakan Habibie – Habibie baru”, begitu Indah pikir. Dan  rasanya semangat langsung terbakar, “Gue harus menjadi bagian dari gerakan baru pembangunan Indonesia” . Dan mulailah perjalanan Indah bersama LPDP sampai sekarang… Mau tau lebih jauh tentang Beasiswa Pendidikan Indonesia dari LPDP? Yuk scroll down and share.. 😀

Beasiswa apa saja yang diberikan LPDP?

LPDP menyediakan beasiswa Master dan Doktoral untuk di dalam dan luar negeri. Daftar universitas luar negeri yang dipilih mengacu pada Top 200 QS World University Ranking, atau bisa juga dilihat di list ini. Selain itu, LPDP juga memberikan beasiswa untuk tesis dan disertasi mahasiswa di dalam ataupun luar negeri.

Gimana cara daftarnya?

Semua pendaftaran LPDP online. Yuk bikin account dulu di portal ini, usahakan daftar dengan alamat email Gmail karena untuk komunikasi milis awardee dan direksi kalau diterima nanti (amin) akan berbasis Google. Belum yakin mau daftar sekarang? Gapapa, buat account dan isi data-data saja dulu, data akan diproses kalau semua data dan dokumennya sudah lengkap.

Daftar LPDP bisa sebelum atau sesudah diterima di universitas tujuan. Jadi ga perlu nunggu daftar ataupun pengumumuman penerimaan universitas (atau kalau dari universitas luar negeri istilahnya, sudah dapat Letter of Acceptance atau Offer Letter) untuk daftar LPDP. Nanti, kalau sudah diterima LPDP, LPDP akan memberikan waktu satu tahun untuk mendapatkan LoA dari universitas tujuan. Yang jelas, ketika daftar LPDP harus sudah punya ijazah dan transkrip dari jenjang pendidikan sebelumnya (S1 untuk daftar S2, S2 untuk daftar S3).

Kebetulan Indah daftar S2 duluan sebelum daftar LPDP karena daftar S2 bisa sebelum punya ijazah 🙂

Yeah, baru hari pertama udah bisa sharing tentang gimana caranya kenal dengan orang banyak dalam waktu singkat. Good job, guys!
Beberapa teman-teman penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia dari LPDP di Angkatan PK 13

Apa syarat-syaratnya?

Ini syarat-syarat untuk beasiswa program magister/doktor, serta program tesis/disertasi. 

Apa saja tahap seleksinya dan kapan pengumuman hasil seleksinya?

Kita bisa daftar Beasiswa Pendidikan Indonesia sepanjang tahun karena berkas pendaftar akan di-review setiap 3 bulan, sekitar bulan Maret, Juni, September, Desember. Ada tiga tahap seleksi, yaitu 1) seleksi dokumen, 2) wawancara dan LGD (leaderless group discussion), dan 3) pelatihan kepemimpinan. Ini dia referensi jadwal seleksi beasiswa LPDP tahun 2014. Biasanya pengumuman per tahap adalah 21 hari kerja setelah seleksi administrasi atau 10 hari kerja setelah seleksi wawancara.

Khusus tentang Pelatihan Kepemimpinan ini, Indah akan insyaAllah akan buat postingan sendiri karena there’s so much story and lesson learned to tell, mulai dari rasa nasionalisme yang dibangun, bertemu dengan pemimpin-pemimpin muda Indonesia yang hebat, sampai persahabatan yang sangat menyentuh hati. Penasaran? Liat foto-fotonya aja dulu yak 😀

Yak, Ibu Tri Mumpuni dari IBEKA, sang pahlawan mikrohidro untuk desa-desa jadi salah satu pembicara di PK 13
Yak, Ibu Tri Mumpuni dari IBEKA, sang pahlawan mikrohidro untuk desa-desa jadi salah satu pembicara di PK 13
Sesi Outbond dan Rafting di Citarik
Sesi Outbond dan Rafting di Citarik
Social Creative Contribution di daerah Bantar Gebang. Bekasi
Social Creative Contribution di daerah Bantar Gebang. Bekasi

Apa saja yang ditanggung oleh beasiswa LPDP?

  • biaya pendaftaran universitas (reimburse)
  • matrikulasi (at cost)
  • SPP (tuition fee – universitas akan mengirimkan invoice ke LPDP)
  • tunjangan buku (per tahun)
  • seminar internasional (at cost)
  • tesis/diserasi (penelitian dan ujian)
  • publikasi jurnal internasional (at cost)
  • keadaan darurat (at cost)
  • transportasi (tiket PP economy class via reimburse atau melalui agen tiket LPDP)
  • asuransi kesehatan (at cost)
  • visa (untuk penempatan luar negeri)
  • hidup bulanan (living allowance)
  • tunjangan keluarga
  • biaya kedatangan (settlement allowance – berdasarkan kota tujuan)
  • insentif peringkat universitas

Tentang LPDP…

LPDP bukan hanya sebagai scholarship provider loh.  Lembaga yang dinaungi Kementrian Keuangan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementrian Agama ini memiliki program-program pendidikan yang meliputi:

  1. Program beasiswa,
  2. program pendaan riset,
  3. program rehabilitasi fasilitas pendidikan yang rusak akibat bencana alam,
  4. pengelolaan Dana Pengembangan Pendidikan Nasional.

Mengenai program-program ini, di salah satu sesi Pelatihan Kepemimpinan, kami pernah ditantang untuk membangun” sebuah LPDP. Jika kita diberi amanat oleh Presiden dengan dana abadi sekitar 16 T dengan misi untuk melahirkan lulusan S2 dan S3 yang dalam jangka waktu 10-30 tahun akan menjadi pemimpin-pemimpin Indonesia, sementara dana itu harus dikelola dengan sustainable, apa yang akan kita lakukan? Saat itu, rasanya kita jadi para Menteri, memikirkan nasib 240 juta bangsa ini..

Kita ditantang untuk "membuat" LPDP dengan dana abadi 16,7 T! Bisa?
Kita ditantang untuk “membuat” LPDP dengan dana abadi sebesar 16 T! Bisa?

Intinya, kita jadi belajar banyak sebagaimana niat luhur pemerintah harus dibarengi dengan eksekusi yang luar biasa pula. Tentu saja upaya tersebut tidak mudah, dan kita harus mengapresiasi setiap upaya dan memberi masukan agar salah satu agenda pembangunan jangka panjang ini dapat terlaksana untuk seluas-luasnya kemakmuran rakyat.

Sebuah jalan panjang Indah bersama LPDP pun telah dimulai. Sebagai salah satu penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia angkatan PK 13, Indah insyaAllah akan berangkat untuk S2 jurusan Development Administration and Planning di University College London pada September 2014 ini. Dan perjalanan panjang Indah bersama LPDP dimulai di sini. Bagaimana dengan kamu?