Category Archives: Leadership Manuscript

Beasiswa LPDP untuk Kita, Pemimpin Muda Indonesia!


“Karena dengan pendidikan, rakyat berdaulat” – Moh. Hatta

Pertama kali dengar tentang LPDP itu bulan September 2013. Langsung tertarik dengan ide pemerintah Indonesia untuk menyediakan beasiswa penuh untuk S2 dan S3 di dalam dan luar negeri dengan cita-cita untuk menyiapkan pemimpin masa depan Indonesia. “Wah, Indonesia ingin menciptakan Habibie – Habibie baru”, begitu Indah pikir. Dan  rasanya semangat langsung terbakar, “Gue harus menjadi bagian dari gerakan baru pembangunan Indonesia” . Dan mulailah perjalanan Indah bersama LPDP sampai sekarang… Mau tau lebih jauh tentang Beasiswa Pendidikan Indonesia dari LPDP? Yuk scroll down and share.. 😀

Beasiswa apa saja yang diberikan LPDP?

LPDP menyediakan beasiswa Master dan Doktoral untuk di dalam dan luar negeri. Daftar universitas luar negeri yang dipilih mengacu pada Top 200 QS World University Ranking, atau bisa juga dilihat di list ini. Selain itu, LPDP juga memberikan beasiswa untuk tesis dan disertasi mahasiswa di dalam ataupun luar negeri.

Gimana cara daftarnya?

Semua pendaftaran LPDP online. Yuk bikin account dulu di portal ini, usahakan daftar dengan alamat email Gmail karena untuk komunikasi milis awardee dan direksi kalau diterima nanti (amin) akan berbasis Google. Belum yakin mau daftar sekarang? Gapapa, buat account dan isi data-data saja dulu, data akan diproses kalau semua data dan dokumennya sudah lengkap.

Daftar LPDP bisa sebelum atau sesudah diterima di universitas tujuan. Jadi ga perlu nunggu daftar ataupun pengumumuman penerimaan universitas (atau kalau dari universitas luar negeri istilahnya, sudah dapat Letter of Acceptance atau Offer Letter) untuk daftar LPDP. Nanti, kalau sudah diterima LPDP, LPDP akan memberikan waktu satu tahun untuk mendapatkan LoA dari universitas tujuan. Yang jelas, ketika daftar LPDP harus sudah punya ijazah dan transkrip dari jenjang pendidikan sebelumnya (S1 untuk daftar S2, S2 untuk daftar S3).

Kebetulan Indah daftar S2 duluan sebelum daftar LPDP karena daftar S2 bisa sebelum punya ijazah 🙂

Yeah, baru hari pertama udah bisa sharing tentang gimana caranya kenal dengan orang banyak dalam waktu singkat. Good job, guys!
Beberapa teman-teman penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia dari LPDP di Angkatan PK 13

Apa syarat-syaratnya?

Ini syarat-syarat untuk beasiswa program magister/doktor, serta program tesis/disertasi. 

Apa saja tahap seleksinya dan kapan pengumuman hasil seleksinya?

Kita bisa daftar Beasiswa Pendidikan Indonesia sepanjang tahun karena berkas pendaftar akan di-review setiap 3 bulan, sekitar bulan Maret, Juni, September, Desember. Ada tiga tahap seleksi, yaitu 1) seleksi dokumen, 2) wawancara dan LGD (leaderless group discussion), dan 3) pelatihan kepemimpinan. Ini dia referensi jadwal seleksi beasiswa LPDP tahun 2014. Biasanya pengumuman per tahap adalah 21 hari kerja setelah seleksi administrasi atau 10 hari kerja setelah seleksi wawancara.

Khusus tentang Pelatihan Kepemimpinan ini, Indah akan insyaAllah akan buat postingan sendiri karena there’s so much story and lesson learned to tell, mulai dari rasa nasionalisme yang dibangun, bertemu dengan pemimpin-pemimpin muda Indonesia yang hebat, sampai persahabatan yang sangat menyentuh hati. Penasaran? Liat foto-fotonya aja dulu yak 😀

Yak, Ibu Tri Mumpuni dari IBEKA, sang pahlawan mikrohidro untuk desa-desa jadi salah satu pembicara di PK 13
Yak, Ibu Tri Mumpuni dari IBEKA, sang pahlawan mikrohidro untuk desa-desa jadi salah satu pembicara di PK 13
Sesi Outbond dan Rafting di Citarik
Sesi Outbond dan Rafting di Citarik
Social Creative Contribution di daerah Bantar Gebang. Bekasi
Social Creative Contribution di daerah Bantar Gebang. Bekasi

Apa saja yang ditanggung oleh beasiswa LPDP?

  • biaya pendaftaran universitas (reimburse)
  • matrikulasi (at cost)
  • SPP (tuition fee – universitas akan mengirimkan invoice ke LPDP)
  • tunjangan buku (per tahun)
  • seminar internasional (at cost)
  • tesis/diserasi (penelitian dan ujian)
  • publikasi jurnal internasional (at cost)
  • keadaan darurat (at cost)
  • transportasi (tiket PP economy class via reimburse atau melalui agen tiket LPDP)
  • asuransi kesehatan (at cost)
  • visa (untuk penempatan luar negeri)
  • hidup bulanan (living allowance)
  • tunjangan keluarga
  • biaya kedatangan (settlement allowance – berdasarkan kota tujuan)
  • insentif peringkat universitas

Tentang LPDP…

LPDP bukan hanya sebagai scholarship provider loh.  Lembaga yang dinaungi Kementrian Keuangan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementrian Agama ini memiliki program-program pendidikan yang meliputi:

  1. Program beasiswa,
  2. program pendaan riset,
  3. program rehabilitasi fasilitas pendidikan yang rusak akibat bencana alam,
  4. pengelolaan Dana Pengembangan Pendidikan Nasional.

Mengenai program-program ini, di salah satu sesi Pelatihan Kepemimpinan, kami pernah ditantang untuk membangun” sebuah LPDP. Jika kita diberi amanat oleh Presiden dengan dana abadi sekitar 16 T dengan misi untuk melahirkan lulusan S2 dan S3 yang dalam jangka waktu 10-30 tahun akan menjadi pemimpin-pemimpin Indonesia, sementara dana itu harus dikelola dengan sustainable, apa yang akan kita lakukan? Saat itu, rasanya kita jadi para Menteri, memikirkan nasib 240 juta bangsa ini..

Kita ditantang untuk "membuat" LPDP dengan dana abadi 16,7 T! Bisa?
Kita ditantang untuk “membuat” LPDP dengan dana abadi sebesar 16 T! Bisa?

Intinya, kita jadi belajar banyak sebagaimana niat luhur pemerintah harus dibarengi dengan eksekusi yang luar biasa pula. Tentu saja upaya tersebut tidak mudah, dan kita harus mengapresiasi setiap upaya dan memberi masukan agar salah satu agenda pembangunan jangka panjang ini dapat terlaksana untuk seluas-luasnya kemakmuran rakyat.

Sebuah jalan panjang Indah bersama LPDP pun telah dimulai. Sebagai salah satu penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia angkatan PK 13, Indah insyaAllah akan berangkat untuk S2 jurusan Development Administration and Planning di University College London pada September 2014 ini. Dan perjalanan panjang Indah bersama LPDP dimulai di sini. Bagaimana dengan kamu?

Advertisements

Dari Depok ke London: Kisah Lulus Telat dan (InsyaAllah) Langsung S2


Dream, fight forward, and live passionately.

Indah bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada keluarga, teman-teman, dan semua pihak yang selalu mendoakan dan mendukung Indah selama ini. Semoga keluarga dan teman-teman selalu dilancarkan segala jalan hidupnya, dan cita-citanya pun tercapai. Amin..

From Depok to London, from Universitas Indonesia to University College London
From Depok to London, from Universitas Indonesia to University College London

Berawal dari semangat untuk lanjut S2 di luar negeri tahun 2015, Indah sempat kecewa berat (dan guling-guling di kasur :P) karena saat Juni 2014 disarankan untuk menunda sidang skripsi karena memang risetnya belum siap. Tentunya banyak hikmah dibalik lulus telat itu, termasuk merenungkan kembali makna kehidupan. Tapi yang buat ketar-ketir adalah apakah masih sempat mengejar pendaftaran S2 untuk tahun 2015 ketika Februari 2015 baru wisuda?

Hasil survey sana-sini dapat kesimpulan bahwa pendaftaran S2 umumnya adalah November-Februari/Maret setiap tahun untuk intake September. So, I put myself on a high bar. Untuk mengejar timeline itu, Indah HARUS sudah lulus bulan November untuk bisa mengejar pendaftaran S2. Oktober sidang skripsi, dan Alhamdulillah lulus!

Universitas Mana?

Untuk proses ini, Indah banyak dibantu oleh pembimbing, guru, sekaligus mentor, Indah, Mba Suzie Sudarman, M.A. Ini pertimbangan Indah saat diskusi mengenai universitas:

  • Lokasi : Kota besar di English-speaking country (biar ga susah belajar bahasa lagi :P)
  • Jurusan : Pembangunan Internasional, yang berbasis ekonomi-politik-sosial (ga semua jurusan Pembangunan, orientasinya Politik, ada yang orientasinya lebih ke Ekonomi atau Antropologi-Sosiologi)
  • Lainnya : Top 200 University QS World University Ranking (I don’t judge university by ranking, tapi biar termasuk daftar universitas beasiswa LPDP)

Gimana cara daftar S2 di luar negeri?

Setelah tahu jurusan dan universitas apa yang dituju, baru deh kita siapkan pendaftaran dan berkas-berkas yang diperlukan. Setiap universitas mungkin punya standar yang berbeda, silakan cek di website di bagian admission universitas tersebut, tetapi ini intinya:

  • Statement of Purpose (Isinya tentang rencana studi, riset apa yang akan dilakukan, mengapa memilih universitas/jurusan/program tersebut)
  • Reference Letter/Letter of Recommendation (biasanya perlu dua dari dosen yang kenal baik rekam jejak akademik kita di kampus. Contoh: dosen pembimbing, Ketua Jurusan, Dekan, ataupun salah satunya dapat dari atasan tempat bekerja jika sudah bekerja.
  • IELTS/TOEFL iBT (sertifikasi bahasa Inggris. Untuk daftar di Inggris dan negara persemakmuran, seperti Singapura dan Australia, biasanya mensyaratkan IELTS dengan skor overall minimal 6.5; TOEFL iBT biasanya untuk ke U.S. atau yang lainnya dengan skor minimum 92. Sebagian program mensyaratkan skor lebih tinggi, cek lagi syarat di jurusan tersebut yah).
  • Academic Transcript (kalau sudah lulus, pakai transkrip akhir, kalau belum lulus bisa menggunakan semacam Daftar Nilai Sementara dari universitas asal).
  • Admission Fee (Biaya pendaftaran yang dibayar online dengan kartu kredit. Bisa ada ataupun tidak, harganya pun beragam, siapkan dana kira-kira 50-100 USD untuk satu universitas).

Cek lagi semua syarat umum dan khusus di universitas tujuan, serta batas akhir pendaftaran dan kapan pengumumannya 🙂

Akhirnya Indah daftar ke tiga universitas di bulan Januari: Carleton University (Kanada), University of Sussex (UK), dan University College London (UK). Pengumuman diterima sekitar bulan Februari  untuk Sussex dan UCL, Alhamdulillah yeay! Pas banget waktunya wisuda 4,5 tahun 🙂

Wisuda UI Februari 2014 bersama keluarga dan sahabat
Wisuda UI Februari 2014 bersama keluarga dan sahabat

Maret baru punya ijazah dan transkrip S1, barulah bisa daftar beasiswa LPDP!

Beasiswa LPDP What and Why

Pertama kali denger beasiswa LPDP pas di UI Career and Scholarship Expo tahun 2013, langsung “panas”, tambah semangat karena ada satu lagi program beasiswa yang men-cover semua biaya kuliah dan biaya hidup untuk program Master dan Doktoral dalam dan luar negeri. Apalagi, LPDP bercita-cita untuk “mewujudkan cita-cita anak bangsa untuk kepemimpinan esok hari”. Suatu kebijakan yang mulia dari pemerintah Indonesia.

Alhamdulillah..setelah tes administrasi dan wawancara bulan Maret, April sudah ada pengumuman lolos! :’)

Ini dia yang ditanggung beasiswa LPDP:

  • biaya pendaftaran universitas
  • matrikulasi
  • SPP (tuition fee)
  • tunjangan buku
  • seminar internasional
  • tesis/diserasi (penelitian dan ujian)
  • publikasi jurnal internasional
  • keadaan darurat
  • transportasi
  • asuransi kesehatan
  • visa (untuk penempatan luar negeri)
  • hidup bulanan (living allowance)
  • tunjangan keluarga
  • biaya kedatangan (settlement allowance)
  • insentif peringkat universitas

Indah akan tulis lebih lengkap tentang beasiswa LPDP ini di postingan selanjutnya.

Setelah ikut tahap terakhir dari seleksi beasiswa ini, yaitu Pelatihan Kepemimpinan, Indah semakin mantap dengan misi LPDP untuk menjadi pemimpin masa depan Indonesia 🙂

Saat Pelatihan Kepemimpinan LPDP, diberi penghargaan untuk "Resume Kunjungan Tokoh Terbaik" oleh Direktur Utama LPDP, Pak Eko Prasetyo.
Saat Pelatihan Kepemimpinan LPDP, diberi penghargaan untuk “Resume Kunjungan Tokoh Terbaik” oleh Direktur Utama LPDP, Pak Eko Prasetyo.

Indah insyaAllah Indah akan berangkat ke London bulan September 2014 untuk studi MSc Development Administration and Planning di University College London selama setahun! Indah masih ngurus-ngurus visa, mohon doanya agar semuanya lancar! Amin..

Public Speaking Workshop in JakartaMUN


How to nail public speaking in Model United Nations?

Along with Finalist of Miss Tourism Indonesia, Maya Susanti, and News Anchor of TVRI (National TV Indonesia), Aldi Hawari, I had a chance to share some experience and secrets of public speaking in Model United Nations and how to nail the best delegate award at Jakarta Model United Nations 2013, conducted by Indonesian Student Association for International Studies. Conducted on June 20, 2013, the session was highly anticipated by more than 300 delegates coming from all over Indonesia and neighboring countries.

Unlike conventional public speaking, speaking in “the big league” of diplomacy in critically different. The limited 1 minute speaking time on moderated caucus, the usage of formal “grand words” known as “Language of Meeting”, as well as the goal to attain unanimous Council Resolution in the end of the day are some keys to nail the public speaking in MUN.

Indah Gilang for Jakarta MUN Public Speaking Workshop
Indah Gilang for Jakarta MUN Public Speaking Workshop
Left to Right: Gineng Sakti (Moderator), Mayaa Susanti, Aldi Hawari, and Indah Gilang Pusparami
Left to Right: Gineng Sakti (Moderator), Mayaa Susanti, Aldi Hawari, and Indah Gilang Pusparami
Audience of the Public Speaking Session at Jakarta Model United Nations
Audience of the Public Speaking Session at Jakarta Model United Nations

What I believe in MUN is that there is no right or wrong, not debate on the solely unbeatable argument. MUN is about making people like your version of resolution, build friendship and alliance, and lead the voice. Do not forget about develop informal communication outside the committee session, mingle in socials, and connect with fellow delegates across the world.

So, in the end of the day, you win, not only the grand award as achievement, but also memorable experience in your life!

Interested in Model United Nations? Contact me at: indahgilang@rocketmail.com, or add me on Facebook and follow me on Twitter