Nasi Padang Terenak di Tanah Eropa


Tahun ini Indah dua kali datang ke Belanda. Berangkat dari Inggris karena sedang studi di sana, Indah punya misi untuk cicipin masakan Indonesia yang terkenal otentik. Meskipun masakan Indonesia terdapat di seluruh Belanda, termasuk di rak-rak supermarket paling mainstream, kota Den Haag atau The Hague memiliki jumlah restoran Indonesia paling banyak. Mungkin karena populasi Indonesia di sana paling banyak? Bisa jadi.

Di sore hari yang dingin dan berangin ala Belanda banget, Indah berangkat bersama teman Indonesia dari Inggris dan Itali, dari kota Delft, tempat Indah nebeng di flat temen (credit to Anin :D), menggunakan tram ke Den Haag selama setengah jam. Indah. Dari tram station berjalan kaki sebentar ke Indonesische Afhaal SALERO MINANG, di Prins Hendrikstraat.

IMG_2326.JPG
Restoran Salero Minang di Den Haag, Belanda

Di restoran itu, hampir jam makan malam, ada beberapa orang asing sedang menikmati sate ayam. Indah diam-diam tersenyum dalam hati sekaligus ngiler. Hmm..langsung serbu daftar menu. Harganya sangat wajar, terhitung lebih murah dari standar harga restoran di Inggris, apalagi London. Karna lagi laper, langsung aja pesen paket komplit Rendang Padang Asli di daftar Masakan Padang Huis Specialiteiten (House Specilialites) seharga 12.50 euro. Jangan tanya kursnya dalam Rupiah, haha. Setelah tinggal lama di luar negeri, ga lagi ngitung-ngitung kurs karena bikin sakit hati. Anyway, kalo penasaran juga, harganya kira-kira Rp 181.250. Hahaha…

Menu Salero Minang. Do you find any of your favorites?
Menu Salero Minang. Do you find any of your favorites?

Makanan datang! Isinya nasi, rendang (banyak banget potongan dagingnya btw, ga cuma 1), lalapan, sama balado terooooonggg. Rasanya? My my….masyaAllah, enak banget. Hiks. Rasanya semua makanan Padang yang pernah dicobain di Eropa, termasuk yang sok-sokan bikin sendiri, ga seenak ini. Apalagi di Eropa lidah udah terbiasa makan masakan yang kurang hot and spicy, kurang berbumbu, kurang nendang! Uni, yang Bahasa Indonesianya kental sekali dengan logat minang dan Belandaya, cuma senyum-senyum sendiri ngeliat kita makan dengen hepi.

RPA (Rendang Padang Asli)
RPA (Rendang Padang Asli)

Di Belanda, hampir semua rempah-rempah dan bumbu Indonesia memang ada, otentik dari Indonesia. Mulai dari gula jawa, laos, kecap, sampai pete. Kalau di London tempat Indah tinggal, kalau mau cari gula merah adanya gula merah Filipina, biji asam bukan asam jawa tapi asam Thailand, terasi pun dari Malaysia. Di Belanda, bumbu-bumbu Indonesia bahkan ada yang sudah akulturasi dengan budaya Belanda sendiri jadi tak jarang nemu KETJAP dan BOEMBOE ROEJAK yang brand Belanda karena mereka sangat suka bumbu kita.

Terong Balado Salero Minang
Terong Balado Salero Minang

Balik lagi ke nasi padang terenak yang pernah Indah coba, selain paket RPA (Rendang Padang Asli maksudnya :P), 3 menu best seller lainnya di restoran ini adalah Ayam Pop, Dendeng Balado, sama Ayam Singgang Bakar Padang yang semuanya bikin ngiler. Kalau lagi tertarik sama masakan lain bisa coba sate, nasi rames, Rames Deluxe Salero Minang, Rames Veganisch atau Vegeratisch (Vegan atau Vegetarian), Gado-gado, Sayur Lodeh, atau Sambal Goreng. Nyam..

Abis makan kenyang, di luar sudah gelap dan tambah dingin, kita balik lagi ke Delft. So much for nasi padang. Hahaha. Teman-teman ada makanan Indonesia favorit yang bikin kangen kalau jauh dari Indonesia? Komen di bawah ya dan share ke teman-teman ya!

Advertisements

4 thoughts on “Nasi Padang Terenak di Tanah Eropa”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s