Warung Padang London: Kisah Diaspora Indonesia di Inggris


Siapa sangka bisa makan baso, batagor, nasi padang murah meriah di London? Untuk mahasiswa perantauan yang masak tiap hari, Indah salut sama Aa Firdaus  yang jago masak dan bisnis makanan Indonesia di Inggris!

Cerita ini harusnya ditulis jadi esai untuk tugas S2 di UCL. Indah mau tulis housing story tentang seorang diaspora Indonesia di Inggris ini untuk tugas Housing Policy, Programmes, and Project Alternatives. Beberapa kali makan di sana dan dikasih inspirasi sama Ami, sang bestie dan housemate, untuk wawancara Aa untuk tugas  ini. Warung Padang London ini sering muncul di berita, salah satunya ditulis dalam artikel oleh Andi Mallarangeng tahun 2014 lalu tentang diaspora Indonesia. Banyak artis Indonesia yang mampir ke sana kalau sedang berkunjung ke Inggris. Karena Indah gatel sharing, jadinya nulis di Pusparaniology juga.

Housing Story dedicated to Aa Firdaus Bustamam
Housing Story dedicated to Aa Firdaus Bustamam

Namanya Firdaus Bustamam, sering eh selalu disapa “Aa”. Aa  ini pemilik warung dan supermarket Indonesia yang dikenal dengan nama “Warung Padang London” di daerah Chinatown, Leicester Square. Setiap kali datang ke sana, selalu disapa dengan super ramah kayak udah kenal lama, “Hey apa kabar Mba Indah! Makan makan sini!” Kalo datang sama teman yang baru ke situ ditanya, “Baru ya di London? Apa dari Indonesia? Oh dari Birmingham, saya juga lama di sana. Rumahnya di mana?” Dan begitu lancarnya Aa ngobrol dengan setiap pelanggannya. Banyak orang non-Indonesia yang ke sana. Salah satu pelanggan orang Belanda kemarin malah bilang, “A, tambah sambal!” Hohoho…

"Aa" Firdaus Bustamam, sang pengusaha makanan Indonesia di Inggris
“Aa” Firdaus Bustamam, sang pengusaha makanan Indonesia di Inggris

Aa cerita pertama kali datang ke Inggris Januari 1997, bersama istri yang mau MBA di University of Wolverhampton. Berbekal kenalan dari mailing list jaman itu, Aa memulai kehidupan sebagai diaspora Indonesia di luar negeri. Bisnisnya mulai dengan membuka supermarket oriental di Wolverhampton dan Birmingham, jadi salah satu yang pertama menjual makanan Indonesia di Inggris.

Alhamdulillah yak Aa udah punya warungnya di London juga pas Indah dateng tahun lalu, jadi tempat ngelayab makan nasi padang kalo kangen. Aa juga jual baso, soto, batagor, tempe, cendol, ikan teri… kalo lagi kepikiran yang aneh-aneh, bisa pre-order juga loh. Dasyaaat. Indah sendiri bawa pulang baso 30 butir untuk makan di rumah. Hahaha…

Berbagai macam makanan di Warung Padang London
Berbagai macam makanan di Warung Padang London

“Warung Padang London” ini rasanya homey banget. Sambil masak dibantu Mas Fitrah, sang asisten, dia ngobrol dan banyak bercanda dengan pelanggannya. Kemarin kebetulan wawancara sampai warung tutup, banyak pelanggannya yang nongkrong sambil main gitar atau sekedar cari-cari koyo dan kayu putih. Berasa bener-bener di “warung” ala Indonesia.

IMG_1586

Kalau ditanya rencana ke depannya apa, Aa bilang dia mau buka cafe Indonesia (lagi) di daerah London sama partnernya. “Kita harus memperluas budaya Indonesia supaya orang lokal kenal budaya Indonesia!”

Luar biasa. Salah satu kisah inspiratif lagi dari diaspora Indonesia di dunia!

Advertisements

6 thoughts on “Warung Padang London: Kisah Diaspora Indonesia di Inggris”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s